Bebicara tentang music dan technology memang tidak ada habisnya. Selalu ada inovasi, improvisasi yang selama ini jarang kita temui. Dalam blog ini, banyak hal yang baru yang selama ini jarang ditemui. Bila Anda penasaran, jangan lewatkan setiap postingan dalam blog ini. Saya selalu menawarkan hal-hal yang baru seputar music dan technology.

Apa perbedaan Hacker dengan Cracker?

Edo Wayne Filed Under: Label:



Di era komputerrisasi berimplikasi pada penialian baik buruknya satu database yang dikelola. Pengelolaan yang baik tentunya akan mempermudah user dalam mewujudkan tujuan kerjanya. Kesalahan memanfaatkan data komputerisasi adalah pekerjaan menjadi terhambat, malah bisa menyebabkan kerugian besar bagi sebuah perusahaan.
Kesalahan akan bertambah fatal jika database server diobok-obok oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihak luar yang dimaksud adalah seorang programming computer yang memanfaatkan keahliannya untuk merusak database server orang lain tanpa peduli akibat yang ditinggalkannya.
Perbuatan merusak database orang lain sering disalah artikan sebagai “hacking”/ Tentu saja anggapan ini salah. Karena arti sebenarnya hacking adalah upaya penulusuran titik lemah keamanan sebuah database yang tersimpan pada server utama. Tujuannya untuk mengetahui seberapa amankah databse tesebut dijaga oleh pengelola. Sedangkan tujuan merusak atau memanfaatkannya demi kepentingan pribadi tidak termasuk didalamnya. Kesimpulannya, hacking atau meretas sebuah database pada computer orang lain semata untuk kepentingan perbaikan keamanan database itu sendiri.
Namun, bisa saja seorang hacker juga ikut bertanggung jawab dari kerusakan yang terjadi pada database orang lain baik disengaja maupun tidak.
Untuk penjelasan lebih lanjut, sebaiknya kita juga perlu tahu satu bidang lain yang hampir tidak jauh berbeda dengan kegiatan hacking.


Bidang yang satu ini disebut sebagai “Cracking”, yakni kegiatan penerobosan data atau computer orang lain secara manual maupun otomatis dengan memanfaatkan program pendukung demi memperoleh code rahasia pada computer atau data atau produk digital berlisensi milik sasarn. Target cracking bisa kepada lembga pemerintahan, swasta, hingga perorangan. Dengan semakin menjamurnya tool-tool pendukung yang beredar di internet, akivitas cracking bisa dilakukan siap saja, tanpa harus menguasai bahasa pemprograman.
Kecenderungan semakin mudahnya seseorang melakukan cracking dengan sedikit pengetahuan tentang program computer dan tool-tool tadi menjadikan aktivitas yang satu ini sebagai suatu hal yang lumrah, terutama dikalangan user program computer yang ogah membayar lisensi.
Parahnya lagi, jika seseorang dengan kemampuan hacking namun ikut-ikutan memanfaatkan tool-tool pendukung cracking guna kepentingan pribadi. Akibatnya, ia mampu menembus firewall orang lain dan mengambil sebagian data yang dicarinya. Data-data yang diperoleh kemudian dapat dimanfatkan untuk pemalsuan data pribadi hingga merombak tampilan (defacing) website sasaran.
Jika computer sasaran terhubung dengan computer lain, terutmajalur internet yang cenderung tidak aman, kemungkinan besar seluruh jaringan akan terinfeksi dan otomatis mengirimkan data penting kepada cracker yang sudah menempatkan code-coe program cracking dalam jaringan. Baik secara terjadwl maupun langsung, data-data pribadi dalam jaringan aan terkirim dan menjadi milik sang cracker. Jika data-data rahasia ini diberikan kepada pihak lain, maka akan berakibat fatal.


edit post

0 Responses to "Apa perbedaan Hacker dengan Cracker?"

Posting Komentar