Bebicara tentang music dan technology memang tidak ada habisnya. Selalu ada inovasi, improvisasi yang selama ini jarang kita temui. Dalam blog ini, banyak hal yang baru yang selama ini jarang ditemui. Bila Anda penasaran, jangan lewatkan setiap postingan dalam blog ini. Saya selalu menawarkan hal-hal yang baru seputar music dan technology.

Tampilkan postingan dengan label Hacker n Cracker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hacker n Cracker. Tampilkan semua postingan

Robert Tappan Moris, Pencipta Worm Morris, Worm Pertama Dunia

Edo Wayne Filed Under: Label:


Robert Tappan Moris, pencipta Internet Worm pertama dunia yang tidak menyadari apa yang sudah diperbuatnya telah mengakibatkan ribuan computer di seluruh dunia diam jaringan internet alias menjadi hang.
Robbert menciptakan worm Morris pertama kali saat masih kuliah di Cornell University tahun 1988. Worm Morris menyebar ke 60.000 komputer dalam jaringan internet di seluruh dunia atau 10% dari seluruh computer yang online saat itu.
Worm Morris bekerja cukup dahsyat untuk ukuran virus saat itu. Ini karena worm ciptaannya ini mampu mengandakan diri sendiri paling tidak satu kali untuk menghindari penghentian kinerja worm tersebut.
Namun, diluar dugaan Robert, worm tersebut mampu menduplikasikan diri tnapa henti pada setiap computer yang berhasil diinfeksinya. Alhasil 60.000 komputer menjadi hang.
Saat dunia jaringan computer dipusingkan oleh worm Morris, justru malahan Robert tidak aktif online karena harus disibukan dengan desertasinya dan tidak menyadari wormnya telah menghebohkan dunia maya.


Worm Morris awalnya diciptakan Robert hanya untuk mengetahui jumlah user internet diseluruh dunia pada tahun 1988 itu. Robbert sendiri adalah anak seorang ilmuwan di National Security Center yang merupakan bagian dari National Security Agencies (NSA).
Kini Robbert Tappan Morris menjalani profesinya sebagai professor di MIT Computer Science and Artificial Intelegence Laboratory yang secara khusus membidangi arsitektur computer dan jaringan.



Read more...

edit post

Kevin Pulsen, Hacker Spionase Pertama Dunia

Edo Wayne Filed Under: Label:


Kevin Poulsen mendapat julukan Dark Dante dari kalangan hacker lainnya. Inilah hacker pertama dunia yang memanfaatkan kelebihannya untuk kepentingan spionase atau mata-mata atas sepak terjang Amerika didunia.
Ia sempat mendapat dakwaan berat dari aparat hukum federal Amerika Serikat akibat perbuatannya ini. Namun akhirnya dilepas karena tidak terbukti bersalah.
Kevin Poulsen pernah melakukan penyusupan ke computer utama milik FBI untuk mengetahui semua data penyelidikan tentang Ferdinand Marcos, mantan president Philipina. Ia pun diganjar hukuman 5 tahun penjara. Setelah menjalani hukumannya, Poulsen dibebaskan dan lalu bekerja sebagai jurnalis biasa di sebuah Koran terkemuka di Amerika Serikat, Wired News.

Kemudian ia dipromosikan sebagai editorial senior di media itu. Artikel terkenalnya sewaktu masih bekerja di Wired News adalah 744 Pelecehan Seksual di Profile MySpace.
Sekarang Poulsen bekerja di SecurityFocus.com sebagai redaktur editorial.



Read more...

edit post

Sejarah Hacking Pertama Kali, The 141s

Edo Wayne Filed Under: Label:


Tahun 1960an ada satu organisasi mahasiswa di Tech Model Railroad Club pada Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institue of Technology (MIT) yang beberapa diantara anggotanya merintis perkembanggan technology computer dengan membangun jaringan kecil dar beberapa computer mainframe.
Dari aktivitas mereka ini, muncul istilah hacker yang sebenarnya diperuntukan bagi mereka yang jago dibidang computer dan mampu membuat program-program computer baru yang lebih baik daripada program computer hasil kerja bersama. Sejak masa itu, arti kata hacker selalu bekonotasi positif.
Julukan ini membanggakan dan mau diakui secara terbuka. Namun pada tahun 1983, ada sebuah peristiwa yang membuat para hacker enggan mengakui keeradaannya fsn kemampuan diri mereka. Pasalnya pada tahun itu, ada sebuah kelompok programmer yang menamai diri mereka The 141s berbasisi di Milwaukee, Amerika Serikat melakukan pembobolan unit computer milik

Pusat Kanker Memorial Sloan-Kattering hingga computer Laboratorium Nasional Los Alamos (Tempat percobaan Nuklir AS).
Karena alasan kemampuan hacking yang disalahgunakan inilah akhirnya arti hakiki hacker berkonotasi minus terutama bagi orang awam. Hacker pun enggan tampil tebuka.


Read more...

edit post

Bagaimana Cracker/Hacker Menjalankan Aksinya?

Edo Wayne Filed Under: Label:


Judul diatas adalah sebuah pertanyaan umum yang biasa terlintas dibenak Anda sehubungan semakin banyaknya para programmer usil dalam mengutak-atik database orang lain, lebaga pemerintahan, hingga organisasi penelitian technology informasi di dunia.
Pemprograman computer dalam setiap aksi hacking maupun cracking pada dasarnya menggunakan prinsip logika sebab akibat. Ilustrasinya begini, ”Jika Saya melakukan ‘ini’ pada program tersebut maka akan mengakibatkan ‘ini’.”.
Perintah logika programming sederhana yang mengikuti pola piker dan naluri alami manusia ini kemudian dikembangkan dengan perintah lain yang mengganas, yaitu, “apa, bagaimana, kapan, dan dimana”. Keempat perintah inilah yang membuat suatu script atau program yang berjalan powerfull.
Berikut adalah contoh proses yang dilakukan cracker menerobos keamanan sebuah web server.

Pertama, “nslookup” menjadi pilihan utama dalam menjalankan perintah ‘Is’. Kedua, melihat isi file html dan document FTP di webserver. Ketiga, menghubungkan diri dengan mail server dengan perintah ‘expn’. Disini cracker akan mengidentifikasikan komponen jaringan apa saja yang dipercaya oleh system computer administrator sasarannya. Dalam hal ini computer administrator dan server yang biasanya paling aman. Aksi berikutnya, cracker akan melakukan pengecekan akses dan eksport NFS ke direktori kritis seperti /usr/bin,/etc dan /home.
Selanjutnya, sang cracker akan melakukan scanning wilayah kritis yang biasa ditembus dengan program ‘mscan’, ‘ADMHack’, atau lainnya. Kemudian proses scanning ini akan disembunyikan jejaknya oleh Trojan menggunakan ‘ps’ & ‘netstat’. Setelah proses panjang berikutnya, cracker akan tiba di ‘root’ server (Server administrator level tertinggi).
Disini, sang cracker bebas berkelanan melancarkan aksinya. Seluruh informasi penting bisa diambil mereka, melompat dari satu mesin ke mesin lain dalam jaringan, mencatat traffict, hingga mematikan system jaringan dengan perintah ‘rm –rt/&’ yang akan berakibat fatal, computer dalam seluruh jaringan harus diinstall ulang.
Solusi satu-satunya mencegah aksi terakhir tadi adalah admin suatu jaringan wajib rutin membackup data, bila perlu setiap hari, terutama pada jaringan data nasional yang berhubungan dengan keamanan dan keuangan suatu Negara.


Read more...

edit post

Apa perbedaan Hacker dengan Cracker?

Edo Wayne Filed Under: Label:



Di era komputerrisasi berimplikasi pada penialian baik buruknya satu database yang dikelola. Pengelolaan yang baik tentunya akan mempermudah user dalam mewujudkan tujuan kerjanya. Kesalahan memanfaatkan data komputerisasi adalah pekerjaan menjadi terhambat, malah bisa menyebabkan kerugian besar bagi sebuah perusahaan.
Kesalahan akan bertambah fatal jika database server diobok-obok oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihak luar yang dimaksud adalah seorang programming computer yang memanfaatkan keahliannya untuk merusak database server orang lain tanpa peduli akibat yang ditinggalkannya.
Perbuatan merusak database orang lain sering disalah artikan sebagai “hacking”/ Tentu saja anggapan ini salah. Karena arti sebenarnya hacking adalah upaya penulusuran titik lemah keamanan sebuah database yang tersimpan pada server utama. Tujuannya untuk mengetahui seberapa amankah databse tesebut dijaga oleh pengelola. Sedangkan tujuan merusak atau memanfaatkannya demi kepentingan pribadi tidak termasuk didalamnya. Kesimpulannya, hacking atau meretas sebuah database pada computer orang lain semata untuk kepentingan perbaikan keamanan database itu sendiri.
Namun, bisa saja seorang hacker juga ikut bertanggung jawab dari kerusakan yang terjadi pada database orang lain baik disengaja maupun tidak.
Untuk penjelasan lebih lanjut, sebaiknya kita juga perlu tahu satu bidang lain yang hampir tidak jauh berbeda dengan kegiatan hacking.


Bidang yang satu ini disebut sebagai “Cracking”, yakni kegiatan penerobosan data atau computer orang lain secara manual maupun otomatis dengan memanfaatkan program pendukung demi memperoleh code rahasia pada computer atau data atau produk digital berlisensi milik sasarn. Target cracking bisa kepada lembga pemerintahan, swasta, hingga perorangan. Dengan semakin menjamurnya tool-tool pendukung yang beredar di internet, akivitas cracking bisa dilakukan siap saja, tanpa harus menguasai bahasa pemprograman.
Kecenderungan semakin mudahnya seseorang melakukan cracking dengan sedikit pengetahuan tentang program computer dan tool-tool tadi menjadikan aktivitas yang satu ini sebagai suatu hal yang lumrah, terutama dikalangan user program computer yang ogah membayar lisensi.
Parahnya lagi, jika seseorang dengan kemampuan hacking namun ikut-ikutan memanfaatkan tool-tool pendukung cracking guna kepentingan pribadi. Akibatnya, ia mampu menembus firewall orang lain dan mengambil sebagian data yang dicarinya. Data-data yang diperoleh kemudian dapat dimanfatkan untuk pemalsuan data pribadi hingga merombak tampilan (defacing) website sasaran.
Jika computer sasaran terhubung dengan computer lain, terutmajalur internet yang cenderung tidak aman, kemungkinan besar seluruh jaringan akan terinfeksi dan otomatis mengirimkan data penting kepada cracker yang sudah menempatkan code-coe program cracking dalam jaringan. Baik secara terjadwl maupun langsung, data-data pribadi dalam jaringan aan terkirim dan menjadi milik sang cracker. Jika data-data rahasia ini diberikan kepada pihak lain, maka akan berakibat fatal.


Read more...

edit post

Tertangkapnya Hacker Penjebol Pentagon

Edo Wayne Filed Under: Label:


Kepolisian Rumania berhasil menagkap seorang hacker yang diduga pernah menjebol system keamanan Departement Pertahanan AS (Pentagon) dan menanam malware di dalamnya. Hacer yang bernama Eduard Lucian Mandru berusia 23 tahun yang memiliki julukan Wolfeinsten itu menjebol system Dephan AS pada tahun 2006 dengan memanfaatkan server yang berada di Jepang untuk menutupi jejaknya.
Namun,sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Eduard berhasil dilacak melalui alamat e-mail miliknya: wolfeinstein_ingrid@yahoo.com. Rupanya sebelum melakukan proses hacking. Eduard sempat menposting e-mailnya tersebut ke sebuah situs pencarian kerja. Sebuah blunder yang menyebabkan akhirnya ia bisa dilacak.


Menurut Graham Cluley, seorang konsultan senior dari Sophos, hacker sering melakukan kesalahan kecil dalam aksinya. Salah satu contohnya, seperti Eduard. Menggunakan alamat e-mail yang sama.


Read more...

edit post

Legenda Tertangkapnya Hacker Nomor 1 Dunia. Kevin Mitnick

Edo Wayne Filed Under: Label:


America’s The Most Wanted menjadi gelar kehormatan bagi Kevin Mitnick, seorang hacker nomor 1 dunia yang menjadi cracker begitu melegenda di kalangan praktisi technology informasi dan internet karena acap kali menyalahgunakan kelihaiannya dibidang program computer yang digabungkan dengan ilmu rekayasa social (Social Enginering) untuk menjebol puluhan computer perusahaan besar Amerika Serikat dan diklalaim FBI telah menyebabkan kerugian jutaan dolar.
Berkat media massa, Mitnick menjadi orang yang paling dikenal dikalangan praktisi TI dan internet dunia. Ia sekaligus menjadi legenda karena kelihaiannya mengutak-atik data rahasia di puluhan database perusahaan raksasa dunia yang berkantor pusat di Amerika Serikat.
Federal Beurau Investigation (FBI) sangat geram dengan kelakuan Mitnick, karena Ia selalu saja berulah membobol tidak hanya computer perusahaan dunia, seperti Sun Microsystem, bahkan Ia berani mempermalukan FBI karena computer utamanya dapat ditembus dengan mudah. Kepiawaian Mitnick tidak hanya sampai disitu, Ia juga ahli dalam melarikan diri dari kejaran FBI karena tidak rela hidup di sel isolasi.


Awal Karir Mitnick
Mitnick mengawali karirnya sebagai seorang hacker sejak berusia sekolahan. Waktu itu, ia masih menggunakan computer dari fasilitas umum yang tersedia didekat tempat tinggalnya seperti Radioshack dan Perpustakaan Umum. Sebab, harga computer waktu itu sangatlah mahal dan hanya mampu dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Selain itu, Mitnick juga berasal dari keluarga dengan tingkat economy menengah.
Kesenangannya mempelajari computer dan pemprogramannya terus berlanjut hingga ia dewasa. Tentunya fasilitas umumlah yang menjadi media pembelajarannya. Hingga ia akhirnya menemukan bahwa kemampuannya di bidang pemprogramming computer ternyata bisa digunakan untuk hal-hal yang berbahaya.
Langkah bersejarahnya sebagai hacker nomor wahid dunia dimulai dengan melakukan penyusupan ke database Santa Cruz Organization, sebuah perusahaan piranti lunak di bidang system operasi UNIX. Namun sayangnya ia harus meringkuk di tahanan selama 3 tahun setelah itu. Awal yang tragis bagi Mitnick.
Bukannya jera, ia terus melancarkan aksinya meetas computer Digital Equipment Corporation menggunakan computer temannya. Karena takut dijerat hukum, rekannya sendiri akhirnya meaporkan aksi Mitnick keada yang berwajib. Tanpa menunggu lama, FBI menyeret lagi Mitnick ke penjara selama 1 tahun. Mitnick mengaku perbuatannya ini untuk sekedar mengetahui system keamanan Digital Equipment Corp. Selain itu, ia juga mengakui telah mengambil beberapa data penting dari piranti lunak dari perusahaan tersebut untuk diproduksinya sendiri.
Kemampuannya sebagai hacker pun semakin menjadi-jadi. Didukung dengan pengetahuan baru yang dikuasainya, bidang rekayasa social, ternyata sangat bermanfaat bagi Mitnick dalam melakukan manipulasi logika terhadap orang lain yang diajaknya berkomunikasi demi mengorek informasi rahasia berupa password computer.
Kemampuan baru yang dimiliki Mitnick ini pun diujicobanya sediri dengan menembus informasi rahasia dari perusahaan penyedia jasa telepon seluler yang waktu itu sangat ketat penggunaannya di Amerika Serikat. Tanpa waktu lama, ia berhasil medapatkan satu jalur telepon seorang pelanggan dan tanpa disadari oleh pengolah perusahaan tadi. Akibatnya, dengan bebas Mitnick memanfaatkan fasilitas gratis ini untuk masuk ke jalur internet. Karena merasa jalur telepon yang dipakai tanpa bayar alias orang lain yang membayarnya. Ia terus asik didunia maya hingga suatu saat sambungannya diputus oleh perusahaan penyedia jasa telepon seluler karena biaya yang digunakan overload

Akhirnya Tertangkap
Entah disadari atau tidak, Mitnick berhasil ditangkap FBI karena peristiwa usilnya memanfaatkan fasilitas telepon seluler orang lain untuk mengakses internet. FBI bekerja sama degan seorang hacker yang juga diragukan kebersihannya, Tsutomu Shimomura, dan seoramg penulis kolom di majalah New York Times yang diam-diam telah meriset selama bertahun-tahun terhadap Mitnick dan segala aksinya, akhirnya mampu meringkus hacker ini di apartemennya di Raleigh, California Utara.
Walaupun telah tertangkap, sempat-sempatnya Mitnick memberi alasan ia tertangkap, yakni karena bantuan operator seluler yang melakukan pencarian ke database penagihan terhadap dial-up ke Netcom POP. Berdasarkan informasi inilah yang memudahkan Shimomura melacak keberadaannya dengan alat pelacak seluler, Cellscope 2000.


Read more...

edit post