
Popularitas SSD memang sedang menanjak saat ini. SSD (Solid State Disk) mulai banyak diprediksi akan segera menggantikan had disk yang berbasis piringan yang harus berputar saat bekerja.
Direktur Toshiba mengatakan bahwa tahun 2011 mendatang, seperempat hard disk laptop akan digantikan oleh SSD yang bersifat built-in.
Petinggi Toshiba ini tidak mengada-ada. Lihat saja jumlah produsen SSD yang mulai menjamur dimana-mana. Nyaris semua pemain memory seperti A-Data, Apacer, BITMICRO, Corsair, Intel, Imation, SanDisk, Samsung, SiliconSystem, Transcend, Toshiba, dan Verbatim berlomba-lomba tejun ke pasar SSD saat ini.
Lebih Unggul
Dibandingkan hard disk, SSD memiliki beberapa keunggulan. Pertama dan yang utama, bebas dari piringan berputar sehingga tidak ada resiko lekas aus. Kedua, karena tidak ada bagian yang berputar, SSD lebih tahan guncangan, dan tidak bising. NAND Flash yang merupakan bahan dasar SSD tidak hanya ramping, tapi mampu menyimpan data secara elektronis dengan laju transfer yang cepat. Sehingga SSD bias menjadi medium storage yang sempurna.
Bisa Capai 1,6 TB
Saat ini kapasitas SSD masih terus meningkat. Tidak lagi terbatas pada 8GB, 16GB, dan 32GB, tetapi juga mampu hingga 512GB seperti yang diklaim A-Data dengan seri XPG. Namun dibandingkan dengan hard disk yang sudah mencapai TB (Terabyte, 1TB= 1024GB), kapasitas SSD memng sangat jauh tertinggal.
Akan tetapi, sebenarnya BITMICRO mengumumkan rekor SSD terbesar yang pernah ada, yaitu produk SSD Ultra320 SCSI yang berkapasitas 1,6TB.
Terganjal Harga
Haga unit SSD saat ini memang terlampau tinggi untuk bis menggantikan hard disk (HDD). Harga SSD kapasitas 256GB bias mencapai US$ 500, kapasitas yang kurang lebih sama bias diperoleh dengan harga US$ 50 untuk hard disk biasa.
Jumlah Akses Terbatas
Bukan berarti SSD bebas dari kelemahan. Kekurangan SSD adalah terbatasnya jumlah akses data. Ada juga yang mengatakan usia SSD jauh lebih pendek daripada hard disk.
Kelemahan ini dapat diatasi menggunkan SSD SLC (Single Level Cell) yang memiliki 100.000 akses data per blok dengan 1 bit EEC (Error Correction) dan tiga kali lebih cepat dari SSD berbasisi MLC (Multi Level Cell). SSD SLC inilh yang diprediksi tepat menggantikan Hard Disk.
Bebicara tentang music dan technology memang tidak ada habisnya. Selalu ada inovasi, improvisasi yang selama ini jarang kita temui. Dalam blog ini, banyak hal yang baru yang selama ini jarang ditemui. Bila Anda penasaran, jangan lewatkan setiap postingan dalam blog ini. Saya selalu menawarkan hal-hal yang baru seputar music dan technology.
0 Responses to "Pasar SSD Mulai Matang"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)